Penawar Lelahku

Mungkin, sedari aku masih di dalam rahim ibuku. Perjuangan ayah yang tak pernah bisa aku menghitungnya. Sampai aku teramat sangat menyayanginya.

Bagi kebanyakan orang, mungkin mereka hanya akan memikirkan perjuangan ibu dan ibu. Ya, sebenernya gak salah sih. Tapi jangan lupa juga, kalo dibalik ibu kita yang kuat ada Allah dan juga ayah yang begitu hebat.


Aku ingin sedikit bercerita saja. Aku sangat menyayangi ayahku. Seakan mataku ini tak sanggup untuk menahan air mata yang hampir terjatuh karenanya. Mengingat perjuangannya begitu hebat. Panasnya terik matahari tak mampu menahan semangatnya. Hujan yang turun membasahi bumi pun tak mampu membuat basah tubuhnya. Tubuh mungil yang setiap saat bertarung dengan kerasnya dunia.

Dulu ketika aku masih kecil, aku tak pernah mengerti keadaan ayahku. Jika aku menginginkan sesuatu, maka detik itu juga harus ada. Walaupun semisal hanya meminta diambilkan sebuah kantong plastik yang tergeletak pun harus terpenuhi saat itu juga.

Dan, aku mulai menyadari bahwa itu semua salah ketika aku mulai beranjak dewasa. Saat itu, aku kelas tiga SMK. Aku sering pulang agak malam karena praktek kejuruanku. Kadang jam tujuh malam baru sampai rumah. Kadang juga lebih dari itu. Dan hal yang bikin aku selalu terenyuh adalah ayahku. Beliau selalu menunggu didepan gang menuju rumah kami. Menunggu siapa lagi kalo bukan menunggu putri satu-satunya ini.

Tak hanya itu saja, kadang beliau tak puas hanya menungguku didepan gang. Dan akhirnya, beliau menjemputku ke sekolah. Aku tau di jam-jam seperti itu kondisi jalanan sangat macet. Tapi hal itu tak menyurutkan langkah ayahku untuk memastikan bahwa putrinya ini baik-baik saja di sekolah.

Hal-hal yang seperti inilah yang selalu terekam jelas dalam otakku. Kadang, ada rasa ingin menyerah merantau di kota orang. Tapi jika mengingat ayah, rasa ingin menyerah itu seketika hilang. Bagiku, ayah dan ibuku itu obat buatku. Penawar dari segala rasa lelahku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berawal Dari Mishary Rashid Al-Afasy

Nasihat Diri

Titik Terang