Titik Terang
Mencari titik terang diantara gelapnya jalan
Mencari jalan keluar diantara banyaknya lorong gelap
Terkadang aku ingin berhenti
Bukan karena ingin menyerah
Tapi untuk sekedar berpikir
Bagaimana aku dapat melaluinya?
Manakah jalan yang ternyata buntu?
Saat aku mengikuti rasa dalam hati
Aku melihat apa yang hatiku ingin lihat
Meski akhirnya, kini hatiku berkhianat
Disaat aku mulai melupakan rasaku,
Aku mulai menggunakan nalarku
Nalar yang selama ini ku simpan dalam diam
Nalar tak pernah ku usik karena rasa yang lebih ku ikuti
Namun kini aku kembali menuai salah
Nalarku kini terhenti
Bukan karena dia berkhianat seperti hati
Tapi karena cukup lama tak pernah ku usik
Dan terlalu mengandalkan rasa
Kini aku menyendiri
Berada di persimpangan lorong nan gelap
Tanpa ada cahaya sebagai penerang
Tanpa ada hati dan nalar sebagai penimbang
Komentar
Posting Komentar